Wednesday, August 20, 2008

Malaysia dan Avril Lavigne..


Jati diri suatu bangsa memang bisa dilihat dari kelakuan bangsa itu sendiri. Ga terkecuali jiran kita, Malaysia.
Belum lama sensasi mengenai 'pencurian' beberapa aset budaya kita mengisi pemberitaan media, Malaysia bikin mata dunia tertuju padanya lagi. Kali ini bukan kasus kriminil macam pencurian lagi, tp ekspresi jati diri bangsa yang (sekali lagi) 'sensasional'.
Ternyata Inul Daratista tidak perlu berkecil hati. Ainurrohimah, yang lebih akrab kita kenal sebagai Inul, memiliki teman senasib (tidak sepenanggungan) dari Canada. Namanya tentu tidak asing lagi. Avril Lavigne. Bukan tidak mungkin hal ini terjadi, meski keduanya tidak pernah secara langsung bersua satu sama lain, keduanya menjadi teman senasib lantaran mendapat pencekalan dari pemerintah Malaysia.
Avril Lavigne yang hendak mengadakan konser di Malaysia mendapat sambutan 'hangat' dari salah satu partai terkemuka dari negeri tersebut. Dikatakan bahwa, penampilan Avril yang cenderung SEXY, kurang baik bagi anak muda di negeri itu. Sebagai tindakan preventif, partai tersebut meminta pada pemerintah untuk mencekal Avril sebelum rocker berbakat tersebut mengguncang Malaysia. Bak gayung bersambut, respon pemerintah Malaysia pun selaras. Pemerintah Malaysia langsung mencekal Avril Lavigne.
Tindakan semacam ini memang ekstrim mengingat cara berpakaian seseorang merupakan hak individu yang tidak boleh seenaknya diganggu-gugat. Belum lagi pandangan kebanyakan orang yang menganggap penampilan Avril tidak seseksi kebanyakan artis barat lainnya. Malaysia memang sering aneh. Bukan hanya pencurian aset budaya negeri orang, tapi juga memiliki hobby menginjak-injak hak (dan Hak Azasi) orang, begitu pandangan yang muncul dari sebagian orang.
Sebenarnya sikap pemerintah Malaysia tidak salah juga. Seperti negeri kita, sebagian besar warga Malaysia memeluk agama Islam yang memang memiliki aturan sistematis mengenai kehidupan manusia, termasuk di dalamnya cara bersikap maupun cara berpakaian yang baik. Avril memang tidak memeluk Islam, tapi hendak mengadakan konser di negeri yang banyak penduduknya Islam. Pencekalan tersebut pun sebenarnya tidak begitu keras, karena Malaysia tidak melarang keras Avril untuk datang atau menyelenggarakan konser di negerinya.
Sikap pemerintah Malaysia sebenarnya patut dihargai. Bukan sikap yang negatif tentunya, tetapi sikap bagaimana Malaysia menunjukkan jati diri bangsanya pada dunia. Malaysia memiliki banyak penduduk Islam. Oleh karena itu wajar pula apabila dalam hal ini pemerintah Malaysia mengambil sikap pencekalan terhadap Avril, sebagaimana pernah dilakukan pula pada Beyonce Knowles, Pussycat Dolls, dan beberapa nama lain.
Yang patut kita hargai adalah kesanggupan pemerintah Malaysia untuk brsikap. Suatu hal yang mereka anggap tidak sesuai dengan kepribadian bangsanya mereka tolak mentah-mentah. Tidak melulu 'adjusting' pada perkembangan zaman, tetapi pada hal tertentu perkembangan zaman juga harus adjusting pada jati diri bangsa sendiri. Sudah waktunya Avril mempelajari bagaimana style Malaysia, bukan bangsa Malaysia yg meniru Avril. Sebagaimana pepatah, "Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung'. Dimanapun kita berada kita harus menjunjung tinggi kebudayaan ditanah yang kita injak.
Oleh karena itu, saya ucapkan, SALUT buat Malaysia!!
Jangan bunuh n siksa Tenaga kerja kami lagi, ok!!

Monday, August 18, 2008

Dirgahayu Negeriku

Indonesia..
63 tahun setelah kedaulatannya diproklamirkan. Berdiri tertatih di tenggara Asia.

Indonesia..
Mengapa, di usiamu yang ke-63, aku justru merindukan jati dirimu?

Indonesia..
Tumbuhlah, dengan Pancasila-mu, semangat gotong-royong-mu, tepo sliro-mu.. Tumbuhlah dengan semua ke'luar-biasa'anmu.

Selamat Ulang Tahun Negeriku.. Semoga kelak menjadi bangsa yang penuh sahaja..

Wednesday, August 13, 2008

If Education Could Kill

Just now, i saw an ironic news on Reportase Malam (TransTV, 2 am in
the morning). A highschool girl tried to commit suicide in West
Sumatra, Indonesia. On the news, they said that Sri (the girl's name)
tried to end up her life by consumming large number of medicine (the
one we use for headache). When the news were reported the girl just
layed unconcious on the hospital ward. She seemed very weak as a
matter of the medicine she drank.
Then, what made the calm and good-behaviour girl did that?
From the news, it's known that the girl tried to killed herself
because she (and her family) can't pay her school re-registration fee.
She felt very ashamed and frustated that she won't be able to continue
her highschool study to the 3rd grade, just because she doesn't have
'money'. Furthermore, the narration also told that the girl were also
ashamed because she hasn't pay her school fee for the last 8 month.
She had no option than being spelled out from school.
Bye-bye school! Farewell education..


Is this the face education in my lovely country?

Now questions fill my mind.
Is education educated?
Does education educate?
Ironic isn't it?
When we busy with our (boring) daily actifities of education, a LIVE
out there was almost ended by the recent facts about education..
If education could kill, what can make us alive?

There won't be education for all, unless all is for education..